Kamis, 08 November 2012

Sepenggal Masa


Bahwa senja itu belum datangnya gelap. masih ada sedikit cahaya yang dapat kau sentuh untuk menghangatkan hatimu. di sana masih ada jalan untuk berharap lebih terang...

Bahwa malam akan datang semakin dingin. segeralah kau balut lukamu dengan doa agar kau merasa tenang walau masih ada jawaban yang mengambang. saat ini kau diberi mandat menguasai waktumu, yaitu untuk lebih dekat bersama Penciptamu.
tidurlah bersama mimpimu yang sebelumnya sempat kau pikirkan.  jika perlu kau boleh berhayal di atas bantal dan angin malam akan melupakanmu...

Bahwa fajar siap bergegas. mengetuk pintu-pintu setiap rumah termasuk pintu rumahmu. bukalah jendela rumahmu lebar-lebar agar rahmat-Nya tak terlewatkan. suara penyeru-Nya sudah dikumandangkan. tentu kau sering mendengar bahwa shalat lebih baik dari pada tidur...

Bahwa pagi makin menantang. sambutlah ia dengan cerita baru. cerita yang dapat mengenangmu kelak dan mengisi cintamu. ada nama lain yang boleh saja kau banggakan karena kau tidak akan sanggup sendiri membanggakan dirimu...

Bahwa siang akan datang lebih garang. banyak peluh yang mengucur, banyak ruang yang pecah, ada reaksi yang keluar meledak-ledak. pada masa ini semangat man jadda wa jada sangat diandalkan. karena matahari diciptakan dengan suhu yang sangat tinggi dan manusia tak boleh kalah oleh sengatannya...

Inilah sepenggal masa yang tengah diatur pemiliknya dan kapan saja bisa ditutup oleh usia. dititipkan secuil rasa agar ia lebih bersahaja. tersenyumlah jika kemarin lebih lelah dari hari ini dan mungkin saja hari ini tidak semanis hari esok. kadangkala harus ada yang mengalah dan menagis, harus ada sedikit kelapangan yang tertunda. namun hari ini adalah sesuatu yang kita punya, ia harus terbungkus rapi dari yang sebenarnya...

Bahwa besok lebih menjanjikan. pastikan mimpimu dulu sudah terjawab oleh tanganmu sendiri (atas izin Allah).
jika kau mengimpikan suatu perniagaan, pastikan kau sebagai saudagarnya. jika kau mengimpikan ridho Allah, pastikan ridho orang tuamu sudah menyertaimu. jika kau mengimpikan sebuah keluarga yang berkah, pastikan kau menjadi ibu/ayah yang baik untuk anak-anakmu.  jika kau mengimpikan kejayaan dakwah ini, pastikan kau adalah salah satu tentaranya. dan jika kau mengimpikan surga Allah yang abadi, pastikan kau telah syahid pada masanya...Allahu'alam.

Apa kabar cinta??

Assalamualaikum cinta,
apa kabar?
Apa kabar dengan hati yang lama tak pernah ku jumpa?
Apa kabar dengan hati yang masih dalam perjuangannya demi menggapai ridho-Nya?
Apa kabar dengan setia dan kejujuran?
Cinta..., andai saja aku bisa mengungkap semua kata dan rasa dalam hati yang aku punya ini..., maka seribu lembar kertas pun tak akan cukup untukku menuangkannya.
Banyak sekali cinta, banyak yang ingin aku ungkap secara langsung di hadapmu nanti.
Andai kau tahu, aku hambar tanpa pengisi kasih dan pedulimu padaku, andai saja kau tahu apa yang aku rasakan ini untukmu....
Cinta bukan yang bernama keegoisan rasa,
bukan yang megucap “ bagaimana?” namun “ aku mengerti...
” bukan “ kamu di mana?” tapi “aku di sini....
” bukan “ aku ingin kamu seperti ini....” akan tetapi “ aku mencintaimu dengan apa adanya dirimu...” sepinya diriku tanpa kau di sini, hampanya hatiku karena ku tahu dengan nyata kau tak berada di sampingku, seringnya kau patahkan aku...., namun aku bukan seorang yang mudah menyerah... aku bertahan, karena ada kejujuranku... untuk mengasihimu.... luka itu memang sakit cinta, akan tetapi lebih sakit lagi jika aku membohongi diri ini. Mungkin aku bisa menggunakan dusta putihku, namun selama aku masih bisa menjaga kebaikan dalam jujurku, sungguh... demi Dia yang Maha Menghargai, ku akan berjalan di sini tanpa ada paksa dari siapapun, dan yang ututh adalah hanya ada nurani dan hati yang suci. Ketika luka – luka telah mengering, Selama itu pula aku haus untuk merindukanmu, pun selama luka itu masih basah dan masih pekat terasa ngilu di ulu hatiku. Cinta, inginnya aku bersamamu, menjaga hati mu, mendampingi mu ketika resah dan gundah melandamu, ahh... cinta akankah kau tahu begitu dalamnya kasihku. Sehingga semua luka dan kecewa itu tak akan mampu mengubahnya, sekalipun pernah kau memintanya untuk aku melakukannya. Maafkan cinta, maafkan aku, karena aku terlalu jujur pada perasaanku. Dan semua, semua.... masih tetap utuh pada tempatnya. Rasa yang bercampur baur, ada duka, ada kecewa, namun ada pula rasa percaya di antara sejuta ragu, ada setitik cahya diantara gelapnya cakrawala. Ketika smua terhempas karena sia – sia, maka akan ku coba pelajari kesedihan ini, kesakitan ini, dan ku anggap ini sebagai hadiah “besar”-Nya. Derita ini adalah anugerah dan suatu kehormatan tersendiri bagiku di atasnya dan di bawah kekuasaan-Nya. Jiwa tak akan pernah mengenal arti tegar jika ia hanya datar merasakan perjalanan hidupnya. Hati tak akan pernah mengerti rasa sakit, jika ia selalu bahagia, Maha Suci Tuhan Semesta Alam atas segala rangakaian hidup yang sempurna ini. Dan cinta...., kau membuatku banyak belajar dalam sakitnya aku ketika aku terhujam mendekam dalam tebing bebatuan yang tajam. Kau membuatku menjadi orang “ besar” dalam rasa kesyukuranku pada-Nya. Terima kasih cinta, kau membuat aku menjadi jiwa yang sabar atas segala penantian dan pengertian. Secuil apapun itu harapan adalah tetap menjadi harapan. Dimana ia juga bisa tumbuh dari rasa kecewa, dari rasa luka. Maka biarkanlah ia tumbuh menjadi dewasa dalam matangnya pemahaman. Mungkin aku akan berdiri di atas rangakain jerami yang selalu ada di depanku ketika aku berjalan, dan tiada lain adalah rasa sabar ketika aku harus membersihkannya , tiada lain dari rasa ikhlas ketika aku merasa lelah untuk merapikannya agar ia tak melukaiku. Namun ketika goresan luka itu ada , tiada lain pula rasa bertahan dan pengupayaan untukku mengobatinya. Dan tiada lain dengan rasa tulus aku melakukannya. Begitu pula dengan mu cinta..., jika pun harus ada air mata, maka biarlah ia menjadi teman sedihku untuk menyayangimu... jika ada rasa sakit mendera, maka biarkanlah ia menjadi teman setiaku dalam bertahan atas segala kejujuranku padamu .... Sungguh aku bersyukur, karena aku mengenalmu cinta, sekalipun aku tak pernah utuh memilikimu, sekalipun utuh yang kau punya takhanya untukku... jangan tanyakan tentang kesedihan yang kau pun tahu cinta, jangan bertanya tentang rasa sakitku, bila kau pun merasakannya... aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah... namun rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku, rasa asihku mengalahkan egoku … dan sayangku...., telah mampu mengobati luka – luka itu. Cinta, kapan aku bisa menyentuhmu? Dimana aku bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap semua peluhku? Ataupun sebaliknya aku yang mengusap peluh di wajahmu... Dan aku yang akan membelai lembut bahumu ketika kau goyah di jalan perjuanganmu bersamaku, agar kau tahu betapa pedulinya aku terhadapmu... Cinta, dalam sujudku pada-Nya ku titipkan doa dan pintaku..... semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak sampai padamu semoga kau selalu dikasihi dan disayangi -Nya ketika kasih dan sayangku tak mampu melampaui dimana kau berada saat ini. Ku pinta pada-Nya agar Cinta-Nya selalu ada untukmu, ketika aku tak sanggup lagi mencintai Ku tegarkan, segala kerapuhan, kan ku indahkan segala kesedihan... bahagia mu adalah doa dan harapku.... senyumu, menjadi suatu cita – cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untuku... Semoga kan selalu baik adanya , meskipun jalan ini tak sempurna.... ucap terakhirku, ku harap kan terbaca jelas di mata dan hatimu... aku mengerti...., aku di sini, dan aku mencintaimu apapun adanya kau dengan segala kurangmu... dan biarlah........., biarlakanlah tulusku...yang mencintaimu.... Semoga kau dengar wahai cinta...., Wassalamualaikum, 
Yang Mencintaimu....

Menanti...

Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorangg untuk menjalani kehidupan menuju ridhoNya, bersabarlah dengan keindahan. Demi Allah DIA tidak datang karena ketampanan, kecantikan, kepintaran atau kekayaan. Tapi Allah lah yang menggerakkannya. Janganlah tergesa untuk mengexpresikan cinta kepada DIA sblm Allah mngizinkan. Belum tentu yang kau CINTAI adalah terbaik untukmu. Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah? Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta & derap hati rapat2, Allah akan menjawabnya dengan lebih indah di saat y tepat :)